Kamis, 30 Juni 2011

bunga-bunga cinta

* tak pernah terlintas di benakku
saat pertama kita bertemu
sesuatu yang indah tumbuh dalam gundah
harum dan merekah
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
** tulus hatimu buka mataku
tegar jiwamu hapus raguku
membuncah di hati harapan dan suci
menyatukan janji

reff:
bunga-bunga cinta indah bersemi
di antara harap pinta padaNya
Tuhan tautkanlah cinta di hati
berpadu indah dalam mihrab cinta

repeat **
repeat reff
repeat *

memboncah di hati harapan dan suci
dalam mihrab cinta

:(...sedih double2

ya allah,,,flesh quw ilang lagi,,,,ini dagh yang ke-4......dugh...dmanakah kau flesh.....

Jumat, 17 Juni 2011

heppy birth day

16 jinu 2011

..being 2oth years old...

Rabu, 01 Juni 2011

Berikut ini nama-nama isteri Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam dan sekilas penjelasannya. Semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman semua.

1. SITI KHADIJAH

Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun, sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sudah menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW.

Suami pertama Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun. Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan dengan Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah mencintai Khadijah. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.

2.SAWDA BINTI ZAM’A

Suami pertamanya adalah Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, yang meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia. Umur Sawda Bint Zam’a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.

3. AISHA SIDDIQA

Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs, dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr.

Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung jawab didalam sebuah perkawinan.

Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya.

Dan bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama setelah Nabi SAW meninggal.

4. HAFSAH BINTI UMAR

Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua. Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau kawin lagi.

Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk mengawini Hafsah. Akhirnya Umar pun mengadu kepada nabi bahwa Usman dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya.

Nabi SAW pun berkata pada Umar bahwa anaknya akan menikah demikian juga Usman akan menikah lagi.

Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan Hafsah sendiri menikah dengan Nabi SAW.

Hal ini membuat Usman dan Umar gembira.

5. ZAINAB BINTI KHUZAYMA

Suaminya meninggal pada perang UHUD, meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.

6. SALAMA BINTI UMAYYA

Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya dalam keadaan miskin.

Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawini nya, tapi karena sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak.

Baru setelah Nabi Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.

7. ZAYNAB BINTI JAHSH

Dia adalah putri Bibinya Nabi Muhammad SAW, Umamah binti Abdul Muthalib. Pada awalnya Nabi Muhammad SAW sudah mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby.

Tapi perkawinan ini kandas tidak lama, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).

8. ALJUAYRIYA BINTI HARITH

Suami pertamanya adalah Masafeah Ibn Safuan.

Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok dari Juayreah (Bani Al Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq) .

Bapak Juayreyah datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya, Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan Juayreayah untuk memilih.

Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah menyatakan ingin masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya, dan Bani Almustalaq pun masuk islam.

9. SAFIYYA BINTI HUYAYY

Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir.

Dia sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW.
Cerita nya cukup menarik, mungkin Insya Allah akan disampaikan terpisah.

10. UMMU HABIBA BINTI SUFYAN

Suami pertamanya adalah Aubed Allah Jahish.
Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan Nabi SAW. Dia sebenarnya menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi 60 tahun dan dia 35 tahun.

11. MAYMUNA BINTI AL HARITH

Suami pertamanya adalah Abu Rahma Ibn Abed Alzey.

Dia masih berumur 36 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun.

Ketika Nabi SAW membuka Makkah di tahun 630 A.D, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan meminta agar Rasullullah mengawininya.

Akibatnya, banyaklah orang Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.

12. MARIA AL QABTIYYA

Dia awalnya adalah orang yang membantu menangani permasalahan dirumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim. Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan Maria akhirnya meninggal 5 tahun kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.

Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani nggak ya kaum Adam untuk ber-istri lebih dari 1 ?

(sumber: anwary-islam. com)

Diambil dari:
http://www.untukku.com/artikel-untukku/mengenal-isteri-isteri-nabi-muhammad-saw-untukku.html
BLOG SEJENIS:
http://zain32.blogspot.com/2010/06/mulianya-khadijah-istri-nabi.html

alamatquw

FB : cun.el_sina@ymail.com (sama)
cun.aureole16@yahoo.co.id (sama)
email :cun.el_sina@ymail.com (sama)
cun.aureole16@yahoo.co.id (sama)
blog : root.chun2@gmail.com (matahari)

Minggu, 29 Mei 2011

dinda sayang pean ndaaaa.......................

Tips Berdepan Dengan Suami Sensitif & Pemarah

Nuffnang Ads

Ego seorang suami ada kala sering disalahgunakan sehingga menyebabkan keruntuhan rumah tangga. Lebih menyedihkan lagi jika ia hanya berpunca daripada masalah kecil yang tidak sepatutnya menjadi punca perbalahan. Tambah menakutkan jika ada suami yang sanggup memukul isteri apabila berasa egonya tercabar.

Lelaki pemarah biasanya tinggi egonya. Mereka jarang rasa bersalah biarpun tidnakan mereka melukakan hati si isteri. Keadaan seperti ini sudah pasti menyukarkan bagi sesebuah perkahwinan apatah lagi, jika pasangan berdepan dengan masalah seperti kesuburan dan sukar menimang cahaya mata. Sekiranya anda berada dalam situasi sebegini, anda perlu lebih berstrategi untuk berdepan dengan suami yang ego dan lekas marah apabila diajak berbincang.

Perlu diingat, antara topik yang sukar dibincang oleh pihak suami ialah berkenaan seks dengan isteri, kesuburan ataupun masalah kelelakian. Ada sesetengah suami boleh mengugut menceraikan isteri kerana masalah sebegini. Jadi, bagi membantu anda berdepan dengan situasi sebegini, pihak isteri perlu bijak memilih pendekatan bagaimana caranya berdepan dengan mereka.

Tindakan anda mendiamkan diri kerana takut dimarahi suami hanya membebankan lagi masalah tersedia ada. Jika anda ingin berbincang mengenai topik sensitif berkaitan dirinya, pastikan ia dilakukan mengikut masa dan mood yang sesuai.

Terdapat beberapa panduan boleh dipraktiskan:

1. Elak berdebat atau kemukakan pandangan anda di saat suami sedang beremosi. Tindakan anda mungkin sia-sia sahaja malah boleh mengundang padah apabila si suami semakin marah kerana rasa ditentang atau dicabar oleh isteri sendiri. Akibatnya, si isteri boleh terikut-ikut menjadi 'panas' sehingga berlakunya pertelingkahan. Jika berlarutan, psikologi si isteri boleh terganggu dan pernikahan juga akan terancam. Sebaiknya dalam situasi ini, anda perlu sedikit mengalah atau mengambil sikap tidak mempedulikannya dulu.

2. Langkah yang baik adalah mengajaknya berbicara untuk menyelesaikan masalah yang menjadi punca kemarahannya. Lakukan saat kemarahannya sudah reda. Gunakan gaya bicara yang halus agar emosinya tidak 'naik' lagi. Mungkin anda boleh berbincang sambil mengurut-urut badan suami selepas pulang kerja ataupun ketika menonton bersama. Yang pasti pilih masa dan mood yang baik!

3. Suami pemarah lebih suka berterus-terang. Salah satu aspek positif yang terdapat pada suami panas baran ataupun pemarah ialah sikap suka berterus-terang dan jujur mengenai apa yang mereka suka ataupun tidak. Hanya sayangnya, cara mereka mengungkapkan lebih cenderung kasar dan bernada marah. Jadi elakkan diri daripada menyindir, berkias-kias ataupun menunjukkan muka seperti berahsia sesuatu daripadanya.

4. Apabila suami memberi pandangan yang agak keras, anda perlu menganggapnya sebagai satu kritikan untuk anda. Dan ambil sebagai satu cabaran untuk memperbaiki kelemah diri anda. Tidak guna terlalu emosi dengan kata-kata suami terhadap anda. Walau mengalir air mata sekalipun si suami pemarah biasanya sukar mengubah pendapatnya dan lebih buruk lagi, mereka tidak akan berasa bersalah sedikitpun!

5. Cuba fahami latar belakang suami anda. Individu yang memiliki sifat 'temperamental' biasanya mudah terpancing kemarahannya oleh situasi atau keadaan di luar keinginananya. Hanya kerana tersilap kata ataupun nada suara yang salah sahaja sudah boleh mengundang pertengkaran. Menurut penulis buku 'The Complete Idiot's Guide to Body Language', Dr Peter Andersen, sifat pemarah ataupun panas baran juga sebenarnya boleh disebabkan oleh pola asuhan dalam keluarga juga mempunyai kaitan kepada sifat pemarah individu berkenaan.

6. Justeru itu, pastikan keadaan rumah tangga anda berdua berada dalam keadaan menyenangkan agar suami anda berasa nyaman dan tidak mudah marah-marah seperti berada dalam keluarganya dulu. Cuba dapatkan lebih banyak maklumat mengenai apa yang menyebabkannya gembira dan sebaliknya yang membuatnya kesal dan marah.


sumber: http://www.tentangcinta.com/tips-cinta/tips-berdepan-dengan-suami-sensitif-pemarah/