Selasa, 29 Januari 2013

» ‘‘Pelangi Tercipta 7 Warna...!!!’’
» ‘‘Langit di Ciptakan Dengan 7 Lapisan...!!!’’
» ‘‘Satu Minggu ada 7 Hari...!!!’’
» ‘‘Bidadari di Gambarkan Dengan 7 Rupa...!!!’’
» ‘‘Lagu Tercipta Dengan 7 Nada...!!!’’
» ‘‘Ada 7 Keajaiban Dunia...!!!’’

⇉ ‘‘Air tak selalu jernih, begitu juga ucapanku...!!!’’
⇉ ‘‘Kapas tak selalu putih, begitu juga hatiku...!!!’’
⇉ ‘‘Langit tak selalu biru, begitu juga hidupku...!!!’’
⇉ ‘‘Jalan tak selalu lurus, begitu juga langkahku...!!!’’

→ ‘‘Jika Hidup dengan PENGERTIAN, maka ia belajar SABAR...!!!’’
→ ‘‘Jika Hidup dengan MOTIVASI, maka ia belajar PERCAYA DIRI...!!!’’
→ ‘‘Jika Hidup dengan PERHATIAN, maka ia belajar MENGHARGAI...!!!’’
→ ‘‘Jika Hidup dengan KEJUJURAN, maka ia belajar ADIL...!!!’’
→ ‘‘Jika Paham PERUBAHAN, maka ia belajar BIJAKSANA...!!!’’
→ ‘‘Jika dapat MENGHARGAI orang lain, maka ia belajar menemukan CINTA di dunia ini...!!!’’

◦°—◦°—◦°—◦°—◦°
◦°—◦°—◦°—◦°—◦
◦★◦ ‘‘Ada airmata dibalik SENYUMAN...!!!’’
◦★◦ ‘‘Ada kasih sayang disetiap AMARAH...!!!’’

◦★◦ ‘‘Ada pengorbanan disetiap KETIDAK PEDULIAN­...!!!’’
◦★◦ ‘‘Ada harapan dibalik setiap KESAKITAN...!!!’’

◦★◦ ‘‘Ada kekecewaan disetiap derai TAWA...!!!’’

‘‘Ingat Sahabat KC.C.L.M.dtmt...!!!’’
‘‘Kita bukan satu satunya manusia dengan segudang masalah...!!!’’

‘‘TERSENYUMLAH Karena senyum mampu membasuh setiap luka...!!!’’
‘‘MAAFKANLAH Karena maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit...!!!’’

‘‘Hanya ada ALLAH SWT tempat segalanya bermuara...!!!’’
‘‘KepadaNya kita berserah atas segala pinta...!!!’’

◦°—◦°—◦°—◦°—◦

JODOH


Dialog dua Hamba ALLAH

Akhwat 1 : "Sist,mau nikah ya?"
Akhwat 2 : "Insya ALLAH mau lah..Kan sunnah Rasulullah.."
Akhwat 1: "Dah punya calon?"
Akhwat 2: "Alhmdulillah sudah,kan sudah ditulis sama ALLAH
Akhwat 1: "Siapa dia?"
Akhwat 2: "Insya ALLAH dia adalah lelaki pilihan ALLAH
Akhwat 1: "Mengapa mau nikah sama dia?"
Akhwat 2: "Insya ALLAH memilih dia karena ALLAH
Akhwat 1: "Bagaimana nanti ketemunya?"
Akhwat 2: "Yakin saja,ALLAH punya cara yang tak pernah kita duga.percayalah saja sama ALLAH "...
Akhwat 1: "Lhah,kapan donk nikahnya?"
Akhwat 2: "hmm..ALLAH Maha Tahu kok kapan waktu yang tepat dan terbaik"
Akhwat 1: "Terus,dimana ketemunya?"
Akhwat 2: "tenang...Masih di bumi ALLAH,kaluo toh memag tidak di dunia,Insya ALLAH di syurganya ALLAH "
Akhwat 1: "jadi..."
Akhwat 2: "Serahkan pada ALLAH,niatkan untuk menggapai ridha-Nya semata. Insya ALLAH beres! ^_^"

Sahabat Apapun yang berkaitan dengan rezeki (termasuk jodoh),jangan diletakkan di hati! "Tapi benar-benar serahkan pada ALLAH.."
posted by bunda RINA Febrianti 30 jan 2013

.tak ada satupun orang di dunia ini tak pernah mengalami kegagalan dalam suatu hubungan.
>semua orang pernah bahagia maupun menderita
.namun takdir tak pernah salah
.karna Allah mempertemukanmu dengannya bukan tanpa maksud
.sakit memang ketika kita salah menafsirkan apa yang telah ditakdirkanNya
.percyalah.....Allah selalu punya rencana yang indah
.tinggal bagaimana kita menyikapinya
.so?
.buka hati,,,, n bersabarlah...

"Tidaklah indah jika mawar dipaksa untuk mekar
"Tidaklah indah jika cinta dipaksa menjadi nyata
biarkan semua berjalan sesuai rencanaNya
"Tuhan akan memperindah pada waktunya.

Senin, 21 Januari 2013

mawar

Kehadapan insan yang aku sayang

bait aksaraku kian menghilang
larik bicaraku juga kian kecundang
hilang bersama kenangan semalam
kecundangan bersama kedatangan
angin bayu dan taufan.
Dan yang tinggal kini hanyalah
sisa-sisa memori hitam
dan cebisan darah - memerah
sepekat merahnya kelopak mawar berdarah
yang kian terbiar ... ,
layu dan kaku - terkulai di jiwaku.
Kelopak mawar itu - kian berdebu.

bacalah nota ini dengan hati yang terbuka

 dan fahamilah setiap bait bicara

yang aku sisipkan ke dalamnya.


 NDA*

Rabu, 24 Oktober 2012

sejarah GIZI



Prof. Soekirman: “Sudah sejak lama saya mengamati ada kebingungan dan kekacauan  di masyarakat mengenai penggunaan istilah Gizi dengan istilah Nutrisi. Bahkan akhir-akhir ini ada instansi pemerintah meragukan kata Gizi dalam suatu dokumen pemerintah resmi, dan mengusulkan dipakai istilah nutrisi. Perkembangan yang tidak sehat ini kalau dibiarkan dapat merusak perkembangan Ilmu Gizi  di Indonesia yang dirintis sejak tahun 1950 oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof.Poerwo Soedarmo (1904 – 2003) , yang juga penyandang Bintang Maha Putra dibidang Ilmu Gizi (1992).  Sebagai salah seorang “saksi hidup” perkembangan ilmu gizi sejak tahun 1956 di Indonesia sebagai mahasiswa dekat Prof.Poerwo Soedarmo sampai akhir hayat beliau, dan sebagai pertanggungan jawab profesional saya di bidang gizi publik (“public nutrition”), saya merasa perlu harus meluruskan dan mempertegas  status kata GIZI sebagai terjemahan resmi bahasa Inggris “Nutrition”. Penjelasan saya ini sebagian sudah saya tulis dalam buku saya “Ilmu Gizi dan Aplikasinya” yang diterbitkan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasionaltahun 1999/2000. Mudah-mudahan penjelasan saya ini bermanfaat untuk meluruskan perkembangan sejarah Ilmu Gizi di Indonesia. Semoga.”
SEJARAH ASAL KATA /ISTILAH  “GIZI”  SEBAGAI TERJEMAHAN KATA INGGRIS “NUTRITION”
oleh : Prof. Soekirman
Guru Besar (Em.) Ilmu Gizi, Fakultas Ekologi Manusia,
IPB, Bogor/ Ketua Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan
Indonesia (KFI)
Istilah Gizi dan Ilmu Gizi baru dikenal di Indonesia sekitar awal tahun 1950an, sebagai terjemahan kata ” Nutrition” dan “Nutrition Science”.  Meskipun belum resmi ditetapkan oleh Lembaga Bahasa Indonesia, istilah Gizi dan Ilmu Gizi telah  dipakai oleh Prof.Djuned Pusponegoro, dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar ilmu penyakit anak di Fakultas Kedokteran UI tahun 1952. Tahun 1955 , Ilmu Gizi resmi menjadi mata kuliah di Fakultas Kedokteran UI, dan tahun 1958 secara resmi dipakai dalam pidato pengukuhan Prof.Poerwo Soedarmo sebagai Guru Besar Ilmu Gizi pertama di Indonesia, di Fakultas Kedokteran UI.  Sejak itu sampai  sekarang banyak Fakultas Kedokteran ,  Fakultas Pertanian , Fakultas Teknologi Pangan, Fakultas Kesehatan Masyarakat  telah mendirikan Bagian atau Departemen Ilmu Gizi. Tahun 1965 di Jakarta diresmikan Akademi Gizi dari Departemen  Kesehatan, yang sampai sekarang tersebar di hampir semua propinsi di Indonesia sebagai Pendidikan Politeknis Kesehatan Jurusan Gizi .
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 1958 memasukkan Ilmu Gizi dalam Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) pertama, dan selanjutnya sejak tahun 1973 tiap  4 tahun sekali LIPI menyelenggarakan Widyakarya Nasional Pangan dan GIZI (WNPG) sampai tahun 2008.  WNPG  ke XI akan diadakan pada bulan Nopember 2012 di Jakarta.
Pengesahan kata Gizi sebagai terjemahan Nutrition dan Nutrition Science, dilakukan oleh Lembaga Bahasa Indonesia UI, waktu itu dipimpin oleh alm. DR. Haryati Soebadio.
Alm. Prof.Poerwo Soedarmo, waktu itu Direktur Lembaga Makanan Rayat , Departemen Kesehatan RI, dan diangkat sebagai bapak Ilmu Gizi Indonesia, oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), pada suatu hari tahun 1958  menugaskan 4 Mahasiswa tingkat akhir (termasuk penulis) Akademi Pendidikan Nutritisionis-Ahli Diit , Bogor  – yang tahun 1965 dirubah namanya menjadi Akademi Gizi, Jakarta – , menghadap Direktur Lembaga Bahasa Indonesia,  Fakultas Sastra, UI, waktu itu di Jalan Diponegoro, Jakarta. Tujuannya untuk mendapat petunjuk terjemahan yang benar dan ilmiah untuk kata  Inggris “Nutrition”, dan “Nutrition Science” kedalam bahasa Indonesia.  DR.Soebadio, menjelaskan tentang akar bahasa Indonesia kebanyakan dari bahasa Arab dan Sanksekerta. Kata Inggris Nutrition dalam bahasa Arab di sebut GHIZAI, dan dalam bahasa Sanksekerta SVASTAHARENA. Keduanya artinya sama, makanan yang menyehatkan.  Atas petunjuk tersebut Prof.Poerwo Soedarmo memilih kata GIZI sebagai terjemahan resmi kata nutrition,  yang sejak tahun 1952 kata GIZI itu  sudah dipakai dikalangan  ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat.  Sedang kata SVASTAHARENA di pakai dalam lambang organisasi PERSAGI sampai sekarang.
Dalam Undang-Undang, istilah atau kata GIZI  telah resmi dipakai dalam  1). Undang-Undang  no 7 tahun 1996 tentang Pangan (Pasal 1 no 13,14; Bab III Mutu Pangan dan Gizi, Pasal 27 : 1-4; dan 2) Undang-Undang no 36 tahun 1999 tentang Kesehatan ,  Bab VIII tentang Gizi dan pasal 141.
Definisi Ilmu Gizi terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmunya.  Dalam kuliah-kuliah saya , Ilmu Gizi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari ” Proses Makanan sejak masuk mulut sampai dicerna oleh organ-organ pencernakan, dan diolah dalam suatu sistem metabolisme  menjadi zat-zat kehidupan  (zat gizi dan zat non gizi) dalam darah dan dalam sel-sel tubuh  membentuk jaringan tubuh dan organ-organ tubuh dengan fungsinya masing-masing  dalam suatu sistem, sehingga menghasilkan  pertumbuhan (fisik) dan perkembangan (mental) , kecerdasan, dan produktivitas sebagai syarat  dicapainya tingkat kehidupan sehat, bugar dan sejahtera.”
Sedang ilmu gizi publik, yang saya dalami, adalah ilmu gizi yang diaplikasikan   untuk kesejahteraan publik (masyarakat luas) dengan tidak saja mengkaitkannya dengan masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga dengan masalah-masalah ekonomi, kemiskinan, pertanian, lingkungan hidup, pendidikan , kesetaraan gender, dan masalah-maslah pembangunan manusia lainnya.
Secara pendek dan populer ilmu gizi sering  diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan makanan dengan kesehatan.
Kesimpulan:
Secara resmi sejak tahun 1952  kata atau istilah GIZI,  adalah istilah bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai terjemahan istilah Inggris “Nutrition”.  Dalam dokumen-dokumen resmi tidak ada terjemahan lain kecuali kata GIZI. Kalaupun ada  terjemahan lain, apapun sebutannya, dapat dipastikan itu bukan bahasa Indonesia resmi dan kebanyakan digunakan didunia bisnis dan periklanan.
SUMBER : Soekirman, Prof.PhD (1999/2000), “Arti kata Gizi dan Definisi Ilmu Gizi”, dalam buku Ilmu Gizi dan Aplikasinya, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, hal 5.

http://gizi.depkes.go.id/artikel/sejarah-asal-kata-istilah-gizi-sebagai-terjemahan-kata-inggris-nutrition-2/
 

Sabtu, 31 Desember 2011


harus teteap semangat
chuuuuunnnnnnnnnnn..................